Status Geopark Kaldera Toba Terancam, Pemkab Toba Lakukan Aksi Serentak

top-news

Status Global Geopark yang diberikan UNESCO kepada Kaldera Danau Toba terancam akan dicabut. Merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba segera mengambil langkah strategis demi mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) lewat rapat bersama Disbudpar Toba, Rabu (28/5/2025).

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus menegaskan bahwa tim asesor dari UNESCO akan melakukan kunjungan lapangan bulan Juli mendatang. Mereka datang langsung untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi serta pengelolaan geosite yang ada di seluruh kawasan Kaldera Toba.

Pemkab Toba berencana melakukan pembenahan berbagai fasilitas pendukung di sekitar geosite sambil melakukan kegiatan bersih-bersih pada 5 Juni 2025. Kegiatan gotong royong ini akan melibatkan berbagai lapisan, yaitu masyarakat, seluruh perangkat daerah, maupun pelaku pariwisata.

Murphy menegaskan bahwa usaha mempertahankan status Global Geopark ini tidak hanya tanggung jawab pemkab Toba. Penting bagi tujuh kabupaten disekitar Danau Toba untuk ikut serta dalam upaya ini, mengingat penilaian UNESCO yang akan mencakup seluruh geosite yang tersebar di Kaldera Toba

Kabupaten Toba sendiri menjadi lokasi tersebarnya lima geosite. Geosite tersebut meliputi :

1.       Liang Sipege – Desa Pea Talun

2.       Batu Basiha – Desa Aek Bolon dan Desa Meat (Kecamatan Balige)

3.       Situmurun – Desa Jonggi Ni Huta (Kecamatan Lumban Julu)

4.       Uluan Block – dari Desa Jonggi Ni Huta hingga Desa Siregar Aek Nalas (Kecamatan Uluan)

5.        Taman Eden – Desa Sionggang Utara (Kecamatan Lumban Julu)

Murphy berharap seluruh elemen masyarakat, perangkat daerah, juga pelaku pariwisata dapat terus berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan status Global Geopark Kaldera Toba. Hal ini menjadi penting, agar masyarakat di sekitar Danau Toba dapat terus menikmati penghasilan, terutama sektor pariwisata.

Sebelumnya, UNESCO telah mengancam akan mencabut status Global Geopark Kaldera Toba. UNESCO menilai bahwa pengelolaan kawasan wisata Kaldera Toba selama masa pembenahan dua tahun terakhir ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *